Senin, 27 Mei 2013

Haruskah Aku Percaya??

       Malam itu aku mencoba untuk melupakan semua perkataan Ibunda Okta, namun perasaan ini tak dapat dibohongi. Ku ambil hp, ku tulis sebuah sms untuknya yang isinya tidak lain menanyakan tentang siapa wanita itu.
       Aku : "Ayank, tadi kamu pulang sekolah pergi kemana?"
       Taufan: "Aku nggak kemana-mana kok, pulang sekolah langsung pulang kerumah. Emang kenapa?"
       Aku: "Mama Okta bilang kamu tadi pulang sama cwe. Siapa dia?"
      Taufan: "Owh, itu Irsa temen aku. Cwonya ga bawa motor, dia pulang sendiri ga ada temen makanya aku anter pulang"
       Aku: "Owh"
       Mendengar penjelasannya aku sedikit kesal, karena hari itu aku pulang sekolah dengan berjalan kaki. Ketika itu memang uang sakuku sudah habis, untung saja sahabatku baik mau menemaniku berjalan kaki walaupun jauh.
       Setelah sms itu, aku segera menghubungi saudaraku yang kebetulan satu sekolah dengannya. Aku menanyakan tentang wanita itu. Ternyata Irsa adalah sahabat dari Ida, dan kediaman mereka juga tidak terlalu berjauhan. Ida sendiri setiap pulang dari sekolah, naik kendaraan umum. Kenapa Taufan bisa bilang Irsa tidak ada teman pulang? Padahal mereka satu arah? ini sangat mengherankan untukku.