Rabu, 05 Juni 2013

Psikologi Pendidikan - Transformasi dalam Belajar



PENDAHULUAN
            Belajar adalah perubahan yang terjadi melalui latihan atau usaha sehingga anak memiliki berbagai kemampuan, pengetahuan dan sebagainya. Menurut Zikri neni Iska dalam bukunya mengatakan bahwa belajar adalah perubahan secara relative berlangsung lama pada perilaku yang diperoleh dari pengalaman-pengalaman, membentuk perilaku amat penting bagi kelangsungan hidup manusia, dan membantu manusia menyesuaikan diri (adaptasi) dengan lingkungan. Dengan adanya proses belajar inilah manusia bertahan hidup.[1]
Dalam hal ini belajar berfungsi sebagai penentu atau sebab terjadinya perkembangan. Tanpa melalui belajar potensi mental psikologis anak tidak mungkin dapat dikembangkan dan perkembangan pribadi manusia itu merupakan hasil perpaduan unsur kematangan belajar.
            Transformasi dalam belajar merupakan suatu tahap dalam proses belajar mengajar yang akan menentukan keberhasilan siswa dalam menguasai informasi/pelajaran yang dipelajari.
            Berikut ini akan diuraikan latar belakang psikologi tentang transformasi dalam belajar, pengertian dan bentuk-bentuk transformasi dalam belajar.
 

PEMBAHASAN
A.  Latar Belakang
Dalam psikologi ada dua pandangan tentang proses belajar yaitu:
1.   Pandangan Behavioristis, memandang bahwa proses belajar itu terjadinya karena hubungan stimulus dan respon atau antara respon dengan penguat. Dengan demikian pandangan Behavioris mengenai proses belajar hanya menekankan pada unsur di luar individu.
2.   Pandangna Field Cognitive, memandang proses itu bukan terjadi karena hubungan stimulus respon tetapi merupakan hasil aktifitas kemampuan mental individu dalam menggunakan fungsi-fungsi psikologisnya seperti ingatan, konsep, dan sebagainya. Pandangan kognitif sangat menitik beratkan kepada potensi diri individu yang belajar.
Dari kedua pandangan tersebut lahirlah dua macam teori belajar, yang berasal dari pendekatan perilaku atau behavioris lahirlah teori Operant Conditioning dari Skinner. Sedangkan yang digali dari pendekatan Kognitif adalah teori belajar Instrumental Conceptualism dari Brunner.
Menurut Skinner, proses belajar itu melibatkan tiga tahap, Pertama, adanya stimulus atau situasi (S) yang dihadapi. Kedua, timbulnya perilaku atau Behavior (B) dalam diri individu. Ketiga, penguat atau Reinforcement (R) yang menyertai perilaku tersebut.
Sedangkan menurut konsep Instrumental Conceptualism, yaitu: Pertama, pemerolehan informasi. Kedua, pengolahan informasi kedalam bentuk yang layak untuk diterapkan. Ketiga, pengetesan dan pengecekan kecukupan (memadai tidaknya) perubahan bentuk informasi tersebut.
Brunner membagi kegiatan menjadi tiga tahap, yaitu: Pertama, tahap informasi. Kedua, tahap transformasi. Ketiga, tahap evaluasi.



B.  Pengertian dan Bentuk-bentuk Transformasi
Dari uraian di atas jelas bahwa konsep tentang Transformasi belajar itu bersal dari konsep teori belajar Instrumental Conceptualism yang dikemukakan oleh Brunner tahun 1966.
Transformasi dalam belajar harus diartikan sebagai proses perubahan bentuk dari informasi yang dipelajari menjadi bentuk kemampuan atau pengetahuan yang dimiliki/dikuasai oleh siswa. Proses transformasi informasi ini dilakukan siswa dengan cara mengolah informasi yang diterimanya dengan menggunakan fungsi-fungsi mental psikologisnya. Dapat dikatakan pula bahwa transformasi dalam belajar itu tidak lain adalah proses penyerapan yang dilakukan siswa dalam waktu belajar.
Menurut Brunner, proses transformasi informasi atau proses menyerap pelajaran itu dapat berlangsung dalam tiga bentuk, yaitu: The, The Iconic,dan The Symbolic.
1.   Bentuk Enactive
Enactive berasal dari Enact yang diartikan dengan memainkan peran/melakonkan atau menirukan. Enactive dimaksudkan sebagai bentuk transformasi dalam belajar yang dilakukan oleh siswa dengan cara memerankan atau menirukan informasi yang diajarkan oleh guru.
2.   Bentuk Iconic
Iconic berarti menggambarkan atau membayangkan (imagery). Bentuk Iconic adalah bentuk transformasi belajar yang dilakukan dengan menggunakan bayangan atau imaginasi. Pada bentuk ini siswa dalam menyerap pelajaran dilakukan dengan membayangkan/menghafal atau dengan menghayati informasi yang diterima/disampaikan oleh guru.
3.   Bentuk Symbolic
Bentuk Symbolic merupakan suatu bentuk transformasi belajar yang lebih tinggi dari bentuk-bentuk transformasi Enactive dan Iconic. Bentuk ini merupakan cara menyerap  pelajaran yang dilakukan siswa bukan dengan meniru atau membayangkan atau menghafal tetapi dilakukan dengan melalui proses berfikir menggunakan simbol-simbol bahasa atau pengertian-pengertian.


 KESIMPULAN
Transformasi dalam belajar merupakan suatu tahapan dalam proses belajar mengajar yang akan menentukan keberhasilan siswa dalam menguasai informasi yang dipelajari.
Transformasi dalam belajar itu diartikan sebagai proses perubahan bentuk dari informasi yang dipelajari menjadi bentuk kemampuan atau pengetahuan yang dimiliki atau dikuasai oleh siswa. Transformasi dalam belajar ini dilakukan siswa pada waktu menyerap pelajaran yang disampaikan guru atau waktu mempelajari textbook.
Konsep tranformasi dalam belajar itu berasal dari teori belajar kognitif yang disebut dengan Instrumental Conceptualism yang dikemukakan oleh seorang tokoh psikologi Jerome Brunner membagi tahap kegiatan mengajar menjadi 3 bagian, yaitu: tahap informasi, tahap transformasi, dan tahap evaluasi.
Menurut Brunner, proses transformasi informasi atau proses menyerap pelajaran ada tiga macam bentuk: 1. Bentuk Enactive untuk pelajaran psikomotorik, 2. Bentuk Iconic untuk pelajaran kognitif/pengetahuan fakta, ingatan, afektif, sikap, dan apresiasi, 3. Bentuk Symbolic untuk menyerap pelajaran kognitif tinggi seperti pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi.

  
DAFTAR PUSTAKA
Iska, Zikri Neni, Psikologi Pengantaran Pemahaman Diri dan Lingkungan, (Jakarta: Kizi Brather’s), 2008
Sabri, Alisuf, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya), 2007


[1] Zikri Neni Iska, Psikologi Pengantaran Pemahaman Diri dan Lingkungan, (Jakarta: Kizi Brather’s), 2008, hlm. 82